Efek Samping Viagra

Efek Samping Viagra dalam Jangka Panjang

Viagra membantu pria memiliki ereksi penis yang keras serta kemampuan berhubungan intim yang tahan lama. Target utama produk ini adalah para pria dengan masalah disfungsi ereksi. Para pria tersebut diharapkan dapat memanfaatkan kemampuan obat dengan bijak, jangan asal minum tanpa batas waktu karena dapat menyebabkan efek buruk bagi tubuh dalam jangka panjang.

Penggunaan sesuai kebutuhan membuat tubuh memiliki waktu untuk menetralkan kandungan obat. Selain itu, pengguna juga disarankan untuk menghentikan pemakaian jika kemampuan seksual telah kembali seperti sedia kala sekaligus untuk mencegah ketergantungan obat.

Potensi munculnya efek samping dalam jangka panjang Viagra sangat jarang terjadi bagi mereka yang hanya sesekali menggunakannya. Misalnya seminggu sekali, sebulan sekali, atau dengan jarak waktu lebih lama lagi. Potensi efek samping akan semakin tinggi hanya jika intensitas penggunaan obat juga tinggi.

Sejumlah efek samping Viagra yang mungkin dapat muncul, khususnya akibat penggunaan berlebih dalam jangka panjang adalah sebagai berikut.

A. Gangguan Sensoris (Inderawi)

Sejumlah masalah seperti menurunannya atau hilangnya kemampuan pendengaran sering dikaitkan sebagai efek jangka panjang Viagra. Resiko masalah indera lain yang dapat muncul adalah penglihatan ganda (double vision) atau bahkan tidak dapat melihat untuk sesaat (kebutaan sementara).

B. Gangguan Cerebrovascular dan Kardiovaskular

Efek jangka panjang berupa gangguan vaskular dapat terjadi pada mereka yang pernah mengalami stroke saat menggunakan Viagra. Gangguan vaskular ini dapat berupa pendarahan cerebrovaskular atau pembesaran jantung (Cardiomyopathy).

C. Gangguan Sistem Gastrointestinal dan Sistem Genitourinary

Sistem Gastrointestinal berhubungan dengan saluran pencernaan, dalam jangka panjang Viagra dapat meningkatkan resiko munculnya gangguan sakit maag, diare dan gastritis (peradangan lapisan lambung).

Sedangkan gangguan jangka panjang yang berhubungan dengan sistem Genitourinary (sistem saluran kemih) dapat berupa inkontinensia (tidak dapat menahan kencing), meningkatnya resiko infeksi saluran kemih (sistitis), tidak dapat ber-ejakulasi serta ejakulasi abnormal.

D. Munculnya Ketergantungan Psikologis

Efek ini sering terjadi pada pria yang sebenarnya tidak memiliki masalah disfungsi ereksi, namun selalu menggunakan obat untuk menambah kemampuan dan daya tahan seksualnya.

Efek psikologis yang muncul dalam jangka panjang adalah munculnya ketergantungan terhadap obat sehingga ada semacam perasaan tidak mampu atau kurang percaya diri jika tidak mengonsumsi Viagra sebelum melakukan hubungan sex.

Siapa yang Tidak Disarankan untuk Mengonsumsi Viagra

Viagra dapat membangkitkan ereksi penis pria saat dirinya mendapatkan rangsangan seksual. Namun Viagra mungkin bukan merupakan pilihan solusi yang sesuai bagi semua pria. Ada pria tertentu yang tidak disarankan mengonsumsi Viagra untuk kebutuhan tersebut.

    Hindari menggunakan Viagra jika Anda :

  • sedang menggunakan obat-obatan nitrat yang sering diresepkan untuk mengatasi nyeri dada karena dapat menyebabkan tekanan darah turun secara mendadak, atau
  • memiliki alergi terhadap sildenafil ataupun salah satu bahan lain dalam Viagra.
Informasi tentang bahan-bahan lain dapat ditemukan dalam halaman produk, pada bagian Bahan Viagra.
Segera konsultasikan kondisi medis dengan Dokter yang berkompeten jika Anda mengalami gangguan terus menerus yang dicurigai sebagai efek samping Viagra.

Sumber: 1 2 3 4

2 thoughts on “Efek Samping Viagra

  • informasi ini sangat bermanfaat ,karena informasi yang berkembang di masyarakat awam bahwa dengan pemakaian obat perangsang akan menimbulkan banyak hal.: ketergantungan obat, makan racun dan bisa merangsang denyut jantung sangat keras dan berhenti mendadak, alat vital menjadi mati rasa dan banyak hal berkembang di masyarakat. ketergantungan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>