Efek Samping Viagra

Efek Samping Viagra

Banyak artikel lain hanya memberikan informasi efek samping Viagra tanpa dasar yang jelas dan terkesan menakuti-nakuti bahkan “lebay”. Tulisan ini akan membahas secara lengkap efek samping Viagra, khususnya dari perspektif intensitas terjadinya gangguan, serta dari aspek lama waktu penggunaan (efek jangka panjang).

Semua informasi ini dibutuhkan karena kata-kata “efek samping” sering dikaitkan sifat-sifat seperti “bahaya”, “hati-hati” ataupun “waspada”. Konotasi negatif terkesan demikian melekat bersama idiom tersebut, seakan menjustifikasi bahwa yang namanya efek samping itu pasti berbahaya, harus berhati-hati atau harus selalu diwaspadai.

Sesungguhnya, apapun jenis pengobatan, baik obat kimia maupun obat herbal, dapat dipastikan memiliki efek samping. Namun, sejauh mana pengaruh negatif dari efek samping tersebut pada tubuh manusia, sangat bergantung pada dosis serta cara pemakaiannya.

Pembeda utama antara obat dan racun adalah pada dosisnya. Selama obat dikonsumsi sesuai dosis dan aturannya, resiko efek samping pun akan berkurang drastis. Bijak dalam penggunaan adalah kata kunci yang harus dipegang.

Jika memang dibutuhkan serta dapat memberikan solusi atas permasalahan, memang sudah sepantasnya bagi kita untuk mengenal suatu obat lebih dalam, baik dari sisi positif (kemampuan) maupun negatifnya (efek samping).

Penjelasan lengkap mengenai kemampuan, fungsi dan manfaat Viagra, dapat ditemukan pada halaman produk Viagra.

Pengujian Klinis Terhadap Viagra

Pfizer (produsen obat Viagra) telah melakukan pengujian klinis sebelum Viagra pertama kali dipasarkan. Uji klinis dilakukan terhadap 3700 pasien disfungsi ereksi berusia 18 – 87 tahun. Di antara pasien tersebut ada 550 pasien yang mendapatkan perawatan penuh selama 1 tahun.

Tujuan utama dari pengujian adalah untuk mengetahui bagaimana efek samping Viagra terhadap pria dari berbagai rentang usia yang menjadi target pasar bagi produk ini.

Setelah menjalani uji klinis tersebut, hanya ada 2,5 % (93) orang dari 3700 pasien yang harus dihentikan perawatannya karena munculnya efek samping dari tingkat ringan hingga sedang.

Sisanya, 97,5 % pasien hanya mengalami keluhan sangat ringan yang hilang sendiri setelah efek obat menghilang seluruhnya (4 jam). Kesimpulan dari pengujian klinis tersebut akan dapat dilihat pada tabel berikut.

Daftar Keluhan yang disampaikan oleh > 2 % Pasien

Keluhan Jumlah (%)
Sakit Kepala 16 %
Flushing 10 %
Dispepsia 7 %
Hidung tersumbat 4 %
Infeksi saluran kemih 3 %
Gangguan penglihatan 3 %
Diare 3 %
Pusing 2 %
Ruam pada kulit 2 %

Efek samping yang ditunjukkan oleh pasien secara umum bersifat sama. Penambahan dosis berbanding lurus dengan efek sampingnya, dimana kian tinggi dosis, kian banyak pula gangguan yang dikeluhkan.

Baca halaman selanjutnya untuk mengetahui pengkategorian efek samping berdasarkan intensitasnya.

2 thoughts on “Efek Samping Viagra

  • informasi ini sangat bermanfaat ,karena informasi yang berkembang di masyarakat awam bahwa dengan pemakaian obat perangsang akan menimbulkan banyak hal.: ketergantungan obat, makan racun dan bisa merangsang denyut jantung sangat keras dan berhenti mendadak, alat vital menjadi mati rasa dan banyak hal berkembang di masyarakat. ketergantungan

Leave a Reply to Ridwan KS Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>