Penyebab Disfungsi Ereksi

1. Penyebab Fisik

Sebab fisik di sini berarti adanya penyakit atau gangguan pada tubuh secara fisik yang menghambat kerja salah satu organ pendukung ereksi. Penyebab fisik dapat dibagi menjadi 4 bagian besar, yaitu:

a. Vaskulogenik

Merupakan kondisi fisik yang mempengaruhi aliran darah ke penis. Disfungsi ereksi sangat berkaitan erat dengan penyakit kardiovaskular, yaitu gangguan pada kinerja jantung dan pembuluh darah dalam memompa dan mengalirkan darah dalam tubuh.

Kenyataannya memang sebagian besar keluhan penderita disfungsi ereksi disebabkan oleh masalah jantung!

Beberapa penyakit yang masuk ke dalam kategori ini adalah:

  • Penyakit jantung atau pembuluh darah seperti aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah).
  • Hipertensi atau tekanan darah tinggi.
  • Diebetes mempengaruhi suplai darah serta respon syaraf pada penis, sehingga dapat dimasukkan dalam kategori ini.

b. Neurogenik

Neorogenik merupakan segala kondisi fisik yang mempengaruhi sistem saraf yang terdapat dalam tubuh, baik itu pada otak, saraf ataupun pada sumsum tulang belakang.

Beberapa kasus neurogenik yang dapat menjadi penyebab disfungsi ereksi adalah:

  • Multiple sclerosis yang mempengaruhi tindakan standar tubuh seperti gerakan sederhana atau keseimbangannya.
  • Penyakit Parkinson, gangguan syaraf yang mempengaruhi kinerja otak dalam mengkoordinasikan gerakan tubuh, termasuk berbicara, menulis ataupun berjalan.
  • Adanya cedera pada tulang belakang.
  • Stroke, dimana terdapat gangguan pada pasokan darah menuju otak.

c. Hormonal

Hormon diproduksi oleh tubuh berdasarkan kebutuhan. Saat produksi ini terhambat atau berlebih, kinerja tubuh akan terganggu. Ada beberapa gangguan tingkat produksi hormon dapat menyebabkan disfungsi ereksi.

Gangguan hormonal tersebut dapat berupa:

  • Hipogonadisme, merupakan kondisi yang mempengaruhi produksi hormon testosteron, dimana hormon yang dihasilkan terlalu rendah sehingga tidak cukup untuk memicu gairah seksual pria.
  • Hipertiroidisme, dimana kelenjar tiroid terlalu aktif sehingga memproduksi hormon tiroid dalam jumlah melebihi kebutuhan.
  • Hypothyroidisme, merupakan kebalikan dari hipertiroidisme, jumlah hormon tiroid kurang dari kebutuhan.
  • Sindrom Cushing, adalah kondisi yang mempengaruhi produksi hormon kortisol.

d. Anatomi

Sesuai namanya, kondisi ini berhubungan dengan struktur fisik dari penis itu sendiri. Peyroine merupakan salah satu penyakit yang mempengaruhi jaringan penis dan dapat menyebabkan disfungsi ereksi.

Selanjutnya adalah penjelasan tentang penyebab medis gangguan disfungsi ereksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>