Penyebab Disfungsi Ereksi

2. Penyebab Medis (Pengobatan)

Sejumlah pengobatan memang memiliki efek samping terhadap kemampuan pria mendapatkan ereksi yang kuat dan keras. Kebanyakan efek ini hanya bersifat sementara dan akan teratasi setelah masa pengobatan berakhir.

Perlu diingatkan, penyebab ini tidak dapat digeneralisir untuk semua orang, karena adanya perbedaan respon tubuh dari setiap pasien atas perawatan medis yang dijalaninya.

Obat-obatan yang dapat menjadi penyebab disfungsi ereksi antara lain:

  • Diuretik.
    Merupakan jenis obat-obatan yang berfungsi untuk meningkatkan produksi urin. Jenis obat ini sering digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi (hipertensi), gagal jantung dan penyakit ginjal.
  • Antihipertensi.
    Adalah berbagai jenis obat yang digunakan untuk menangani masalah tekanan darah tinggi.
  • Fibrat.
    Obat untuk menurunkan kadar kolesterol.
  • Antipsikotik.
    Jenis obat untuk menangani masalah kesehatan mental misalnya skizofernia.
  • Antidepresan.
    Obat untuk menolong penderita depresi serta untuk mengurangi rasa nyeri.
  • Kortikosteroid.
    Jenis obat dengan kandungan steroid.
  • H2-antagonis.
    Sering diresepkan untuk mengatasi gangguan maag akut.
  • Antikonvulsan.
    Jenis obat untuk penderita epilepsi.
  • Antihistamin.
    Obat untuk menangani akibat dari alergi, seperti demam dan lainnya.
  • Anti-Androgen.
    Obat untuk menekan produksi hormon androgen (hormon seks pria).
  • Sitotoksik.
    Jenis obat dalam kemoterapi untuk mencegah sel-sel kanker dari membagi dan berkembang.

Penyebab psikologis serta saran solusi temporer masalah disfungsi ereksi dapat ditemukan pada halaman berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>