Cialis, Obat Lemah Syahwat

Terbaik! Cialis 20 mg

Nama : Cialis 20 mg

Harga : IDR. 175.000

Stok : Tersedia

Dilihat : 5782 kali

Harga tercantum belum termasuk ongkos kirim

Pesan Sekarang
  • Obat lemah syahwat modern, bereaksi sangat cepat, hanya butuh 30 menit untuk membuat pria siap berhubungan intim.
  • Membantu pria mendapatkan kembali ereksi alat vital yang keras, tegak "berdiri", sekaligus menjaga kestabilannya selama berhubungan intim.
  • Juga berfungsi sebagai obat kuat, menangani problem ejakulasi dini, membuat pria kuat bertahan lebih lama lagi.
  • Cocok untuk pria muda maupun tua, bahkan untuk suami dengan umur di atas 60 tahun sekalipun.
  • Efek obat dapat bertahan hingga 36 jam, selama itu pula lelaki hanya butuh sedikit rangsangan awal untuk membangkitkan kembali ereksinya.
  • Setiap boks Cialis 20 mg ini berisi 4 butir pil.
  • Untuk harga produk yang lebih murah dengan kemampuan serupa, Anda dapat memilih obat kuat Cialis 50 mg (Generic Tadalafil)

Mencari Solusi untuk Lemah Syahwat

Obat lemah syahwat bukanlah barang baru bagi mereka yang telah dewasa dan kebetulan memiliki masalah dengan kemampuan seksualnya. Namun sayangnya, banyak pria dengan usia 50 – 60 tahun ke atas menerima begitu saja kenyataan tersebut dan menganggapnya sebagai proses alami yang tak terhindarkan.

Seks sebagai Penyemangat Hidup

Seks sebagai Penyemangat Hidup

Walaupun demikan, masih banyak pula lelaki —tanpa memandang usianya— tetap berupaya mencari solusi pengobatan terutama pengobatan permanen, ataupun obat untuk mengembalikan kekuatan seksualnya secara instan, aman dan sehat.

Walaupun bukanlah syarat tunggal, faktor kualitas hubungan intim bisa menjadi jembatan penyemangat untuk berbagai aktivitas kehidupan lainnya. Suami istri dapat saja mengawali hari dengan lesu jika semalam keduanya tidak mencapai kepuasan seksual bersama, hanya karena gangguan lemah syahwat pada sisi suami.

Bagi para lelaki seperti ini, ketidakmampuan alat vital untuk “berdiri” sesungguhnya adalah momok yang menakutkan. Apalagi jika pria tersebut telah berstatus sebagai suami dan masih memiliki istri, sehingga tetap berkewajiban memberikan nafkah batin kepada pasangan wanitanya itu.

Mereka inilah yang membuat para dokter dan ahli farmasi terus berupaya mengembangkan berbagai obat untuk menemukan solusi terbaik masalah lemah syahwat ini.

Perbedaan Lemah Syahwat dan Impotensi

Dalam dunia medis, lemah syahwat maupun impotensi dikategorikan sebagai gangguan Disfungsi Ereksi (Erectile Dysfunction – ED). Walau kosa kata bahasa Inggris mengartikan lemah syahwat dengan impotence (impotensi), namun Lemah syahwat sendiri berbeda dengan impotensi jika ditinjau dari perspektif tingkat keseriusan gangguannya.

Lemah Syahwat Bukanlah Impotensi

Lemah Syahwat Bukanlah Impotensi

Seorang pria dinyatakan menderita impotensi jika penisnya sudah tidak mampu “berdiri” sama sekali. Sedangkan lemah syahwat merupakan ketidakmampuan pria untuk memiliki ereksi penis yang sempurna serta tetap stabil selama berhubungan intim.

Jadi, pada dasarnya pria lemah syahwat tetap mampu ber-ereksi sebagaimana pria normal. Namun lebih sering ereksi penisnya tidak bisa maksimal seperti seharusnya. Selain itu, hal yang sangat menggangu adalah penis dapat tiba-tiba “loyo” di tengah hubungan intim.

Umumnya pada momen seperti ini, sang pria membutuhkan waktu dan rangsangan dari pasangan untuk kembali ber-ereksi dan melanjutkan hubungan intim yang terputus tadi.

Dalam banyak kasus, lemah syahwat terbukti dapat mempengaruhi kondisi psikologis kedua belah pihak, baik pria maupun wanita. Suatu kondisi yang harus segera dicarikan solusinya jika tidak ingin mengganggu keharmonisan sebuah hubungan.

Walaupun secara garis besar memiliki banyak kesamaan dari sisi penyebabnya, para pakar urologi ataupun seksolog menyatakan bahwa lemah syahwat cenderung lebih mudah ditangani dibanding impotensi.

Cialis, Obat Lemah Syahwat, Cegah Ejakulasi Dini

Ditinjau dari berbagai aspek, obat lemah syahwat dan obat kuat kuat adalah dua produk yang sama persis. Keduanya hanya berbeda dari sisi nama belaka.

Tujuan utama dari obat lemah syahawat yaitu untuk membantu pria menyalurkan gairah seksnya secara maksimal dan menyeluruh, dengan cara mengembalikan kemampuan seksualnya, baik fisik maupun psikis.

Obat kuat Cialis merupakan salah satu produk dengan fungsi dan manfaat untuk menangani kondisi ini. Dari sudut pandang medis, Cialis lebih ditujukan untuk menangani aspek fisik dari gangguan disfungsi ereksi. Selain mampu mengembalikan kekuatan ereksi secara fisik, manfaat lain yang menyertainya adalah pria dapat mencegah ejakulasi dini dan pasti lebih tahan lama sex.

Oleh karenanya, cobalah untuk terlebih dahulu mengenali penyebab disfungsi ereksi berdasarkan simptom atau gejala yang ada, sebelum memutuskan untuk menggunakan obat ini.

Cialis vs Viagra

Cialis vs Viagra
Dalam berbagai aspek, Cialis adalah produk yang serupa dengan obat kuat Viagra. Namun, jika ditinjau dari daya tahannya, Cialis jauh mengungguli pelopornya itu.

Sesuai klaim produsennya (Eli Lilly and Company), obat berdosis 20 mg mampu membantu pria terus menerus memiliki kemampuan seks terbaiknya selama 36 jam. Coba bandingkan dengan Viagra yang hanya mampu bertahan selama 4 jam, sebuah perbedaan yang sangat signifikan!

Patut diingat, lamanya daya tahan efek obat ini berbanding lurus dengan kemungkinan hadirnya efek samping dalam penggunaannya! Namun tak perlu cemas dulu, efek samping ini tidak berlaku untuk semua orang. Apa saja efek samping serta siapa yang beresiko mengalaminya? Penjelasan lengkapnya akan disampaikan di bawah nanti.

Bukti Cialis Berdasarkan Studi Klinis

Studi klinis dari produsen pada tahun 2011 terhadap 606 responden pria menunjukkan hasil yang cukup menarik. Para responden merupakan pria berusia 45 tahun ke atas dengan kehidupan seksual yang masih aktif.

Untuk menjamin keakuratannya, semua responden yang diteliti telah menunjukkan gejala disfungsi ereksi (ED) dan BPH (Benign Prostatic Hyperplasia – Pembesaran Prostat Jinak) selama 3 bulan terakhir.

Pimpinan penelitian Blair Egerdie, MD menyatakan bahwa, dirinya percaya terapi medis menggunakan Cialis untuk menangani penyebab fisik pada ED maupun BPH memberikan hasil yang sangat signifikan, terutama bagi pria berumur 45 tahun ke atas yang menjadi obyek penelitian.

Hasil penelitian juga menunjukkan bukti yang senada, setelah mengkonsumsi Cialis, responden memiliki tingkatan ereksi yang jauh lebih baik, serta mampu melakukan hubungan intim dengan durasi rata-rata 5 – 10 menit.

Durasi ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan responden dalam mencegah ejakulasi dini (Premature Ejaculation – PE), selama efek obat masih bekerja dalam tubuhnya (36 jam untuk Cialis 20 mg).

Sebagai pembanding, sebuah penelitian atas 491 pasangan menunjukkan rata-rata durasi hubungan intim pria normal adalah 5,4 menit, dihitung dari awal hubungan sex hingga mencapai ejakulasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>